Selasa, 24 Desember 2013

PROMOSI PENJUALAN, STUDY KASUS PT SMARTFREN TELECOM TBK (SMARTFREEN)

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian
        Promosi pada hakikatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitaspemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan, Tjiptono (2001 : 219). Sementara Sistaningrum (2002 : 98) mengungkapkan arti adalah suatu upaya atau kegiatan perusahan dalam mempengaruhi "konsumen aktual " maupun "konsumen potensial" agar mereka mau melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan, saat ini atau dimasa yang akan datang. Konsumen aktual adalah konsumen yang langsung membeli produk yang ditawarkan pada saat atau sesat setelah promosi produk tersebut dilancarkan perusahaan. Dan konsumen potensial adalah konsumen yang berminat melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan perusahaan dimasa yang akan datang. 
      Hubungan promosi dengan penjualan yaitu promosi dapat meningkatkan angka penjualan. Pada umumnya setelah angaka penjualan cukup tinggi., suatu badan produksi atau distributor akan menguranagi kegiatan promosi. Adanya promosi penjualan dapat membantu meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, biasanya hanya selama kegiatan tersebut diselenggarakan. Promosi penjualan dapat dilakukan dengan cara memberikan hadiah gratis setiap pembelian produk dengan jumlah tertentu, memberikan sampel produk gratis kepada para konsuemn untuk menarik minat mereka akan produk yang kita tawarkan, sehingga mendorong para konsumen untuk membeli produk atau jasa yang kita tawarkan.
          Definisi promosi penjaulan menurut institude of sales promotion in England : Promosi penjualan terdiri dari serangkaain teknik yang diguanakn untuk mencapai sasaran-sasaran penjualan/pemasaran dengan menggunakan biaya efektif, dengan memberikan nilai tambah pada produk atau jasa baik kepada para perantara maupun pemakai langsung, biasanya tidak dibatasi dalam jangka tertentu.
        Promosi penjualan menggambarkan intensitif-intensitif dan hadiah-hadiah untuk membuat pelanggan membeli barang-barang perusahaan sekarang ketimbang nanti. Jika iklan adalah alat jangka panjang untuk membentuk perilaku pasar terhadap suatu merek, promosi penjualan dimaksudkan sebagai alat jangaka pendek untuk memicu terjadinya tindakan pembelian. Promosi penjualan menghasilkan respons-respons yang lebih cepat dan terukur dalam penjualan daripada yang dapat dilakukan oleh iklan. Sekarang ini pembagian antara periklanan dan promosi penjualan adalah 30-70.
           Pertumbuhan promosi penjualan yang mencerminkan prioritas perusahaan yang lebih tinggi berkaitan dengan penjualan saat ini daripada terhadap pembentukan mek jangka panjangnya. Ini adalah satu bentuk hasil dari transaction marketing (TM) ketimbang relantionship marketing (RM). Promosi penjualan dapat diarahkan pada pengecer, pelanggan dan tenaga penjualan. Pengecer akan bekerja lebih keras jika diberi penawaran diskon harga, jatah iklan dan display, dna produk-produk gratis. Mungkin pelanggan membeli produk kita jia desediakan kupon-kupon potongan harga, paket harga, hadiah-hadiah dan jamina-jaminan. Tenaga penjual akan beroprasi dengan lebih giat sebagai respons atas deselenggarakan kontes-kontes berhadiah untuk kinerja terbaik.
B. peran Promosi Penjualan
Secara umum terdapat tiga tujuan dari promosi penjualan yaitu :
1. Merangsang permintaan oleh pengguna industri atau konsumen rumah tangga.
2. Memperbaiki kinerja pemasaran dari penjualan kembali.
3. Sebagai suplemen periklanan, penjualan tata muka, hubungan masyarakat, dan pemasaran langsung.
Secara spesifik, tujuan tujuan promosi penjualan hampir sama dengan periklanan yaitu agar konsumen mau mencoba penggunaan produk, mendorong peningkatan pengeluaran sepanjang masa liburan, dan mendorong konsumen yang sudah da agar menggunakan produk lebih sering lagi.
C. Hubungan Promosi Pennjualan dengan Periklanan
Perbedaan promosi penjualan dengan periklanan
 

Periklanan
Promosi penjualan
·         Menciptakan citra
·         Berdasarkan pada daya tarik emosional
·         Menambah nilai yang tidak berwujud rasional
·         Memberil kontribusi yang moderat pada barang atau jasa
·         Menciptakan tindakan segera
·         Berdasarkan pada daya tarik barang atau jasa
·         Menambah nilai nyata produk pada produktifitas perusahan
·         Memberik kontribusi besar pada prfotabilitas perusahaan



 D. Tujuan
Adapun manfaat dari promosi pemnjualan selain untuk meningkatkan tujuan omset perusahaan itu sendiri. Promosi pemnjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasar tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokkan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Customer promotion
yaitu promosi yang bertujuan untuk mendorong atau merangsang pelanggan untuk membeli.
2. Trade promotion
yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang atau mendorong pedagang grosir, pengecer, eksportir, dan importir untuk memperdagangkan barang/ jasa dari sponsor.
3. Sales-force promotion
yaitu promosi penjualan yang bertujuan memotivasi armada penjualan.
4. Business promotion
yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh pelanggan baru, mempertahankan kontrak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan banyak kepada pelanggan dan membidik pelanggan.
Namun yang jelas apapun jenis kebituhan yang akan diprogramkan untuk dipengaruhi, tetap pada perencanaan bagaimana agar tetap eksis dan berkembang. Apalagi jika perusahaan tersebut mempunyai lini produk lebih dari satu macam.
E. Consumer-Market Sales Promotion Techniques
1. Coupns (kupon)
Sertifikat yang memberi hak pada pemegangnya untuk mendapat pengurangan harga seperi yang tercetak untuk pembelian produk tertentu. Kupon dapat dikirm, disertakan atau dilampirkan pada produk, atau diselipkan dalam iklan di maajalah dan Koran. Kupon agar efektif sebaiknya memberikan penghematan 15%sampai 20%
2. Price-off Deals
Memberikan potongan harga langsung di tempat pembelian, biasanya potongan harga berkisar dari 10%-25 %.
3. Premium and advertising specialities
Barang yang ditawarkan dengan biaya yang relative rendah atau gratis sebagai intensitif untuk membeli produk tertentu. Premi dengan paket menyertai produk di dalam denda atau pada kemasan. Kemasan itu sendiri, jika berupa wadah yang dapat digunakan kembali dapat berfungsi sebagai premi. Contohnya : sabun lux melakukan promosi yang menyelipkan cicilan berlian dalam kemasannya. advertising specialities mempunyai 3 elemen kunci, yaitu : a massage, place on a useful item, and given to consumers with no obligation. Contohnya kalender, t-shirts, coffea mugs, topi base ball, pens and computer mose pad.
4. Contest and sweepstakes (Konteks dan Undian)
Hadiah adalah tawaran kesempatan untuk memenangkan uang tunai, perjalanan atau barang-barang karena membeli sesuatu. Ada juga beberapa kontes tentang membuat jingle suatu produk.
5. Sampling and trial offers (pemberian contoh produk)
Penawaran gratis untuk se jumlah produk atau jasa. Smapel itu dapat dikirim dari rumah ke rumah, dikirim lewat pos, diambil di toko, disertakan pada produk lain atau dipajang dalam suatu  penawaran iklan. Pemberian sampel adalah cara yang paling teknik yang dipergunkan pada sampling.
- In-store sampling
Yang umum digunakan untuk produk-produk makanan dan kosmetika.
- Door-to-door sampling
Teknik ini lumayan mahal karena besarnya biaay tenaga kerja, tetapi dapat efektif jika pemasar mempunyai informasi lokasi yang sesuai dengan segmentasi dan target yang akan dicapai pada area geografis tertentu.
- Mail sampling
Mengirimkan sample melalui jasa pos. Sekalia lagi perusahaan harus mengetahui kode daerah pos yang dapat ditargetkan. Bisa juga jasa layanan pos merupakan alternative dari distributor door-to-door.
-Newspaper sampling
Teknik yang populer pada beberapa tahun terakhir ini dan hampir 42% konsumen melapor menerima sample.
-On-Package sampling
Teknik dimana sample barang disisipkan pada konsumen produk lain, sangat berguna untuk Brands Targeted. Contohnya : pembelian shampoo pantane berhadiah conditioner pantene.
-Metode sampling
Membawa keluar logo untuk menghiasi mall, area rekreasi, oekan raya, dan pusat perbelanjaan.
6. Barand (Product) placement
Salah satu teknik dari sales promotion untuk mencapai pasar dengan memasukan produk pada sebuah acara televisi atau film. Contoh : agent inggris 007, james bond, menggantikan mobil Aston martin sports dengan New BMW Z3, suatu penempatan merek pada film golden eye sehingga pihak promosi BMW menghasilkan 6000 pesanan untuk tipe Z3.
7. Rebetes (Rabat/ tawaran pengembalian tunai)
Memberikan pengurangan harga setelah pembelian terjadi dan buka pada toko pengecer. Konsumen mengirim bukti pembelian  tertentu kepada produsen. Dikenal dalam tawaran barang konsumsi sebagai beli tiga, dapat satu gratis.
8. Frequency (Continuity)
Program ini merupakan salah satu teknik sales promotion yang populer diantara konsumen. Frequency programs, juga mengarah kepada program-program yang berkelanjutan, seperti menawarkan konsumen discount atau hadiah produk gratis untuk mencapai terjadinya pengulangan dalam pembelian atau langganan dari merk atau perusahaan yang sama.
9. Event Sponsorship
Ketika perusahaan mensponsori suatu acara, seperti pertandingan balap mobil, konser musik atau acara amal, itu membuat merk sangat ditonjolkan pada acara tersebut sehingga membuat kredibilitas Merk meningkat bersamaan dnegan para penonton di acara tersebut. Contoh  : Bank mensponsori acara berbagi dengan aceh, Wishmilak mengadakan pertandingan Tenis internasional di Bali.

PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setiap perusahaan entah itu perusahaan kecil atau pun besar pasti melakukan promosi penjualan yang di maksudkan untuk memperoleh laba yang di inginkan suatu perusahaan tersebut, besar kecilnya biaya promosi penjualan yang dilakukan perusahaan tersebut tergantung dari seberapa besar bisnis perusahaan tersebut.
B. Saran
Untuk melakuakan strategi dalam promosi penjualan disarankan agar menyesuaikan keuangan dari perusahaan dari perusahaan tersebut agar tidak mengalami kerugian.

Daftar pustaka

http://tutyhardiasiwi.wordpress.com/2010/10/13/promosi-penjualan/{October13, 2010@9:23 pm}. {Komunikasi Pemasaran
http://id.wikipedia.org/wiki/smartfren {Halaman ini terakhir diubah pada 06.57, 16 November 2013.}




 
             

Kamis, 12 Desember 2013

RENCANA PERIKLANAN DAN STRATEGI INFORMASI

BAB III
PEMBAHASAN 
Proses perencanaan periklanan adalah sebuah proses tersendiri didalam fungsi pemasaran. Untuk merealisasikan rencana periklanan kedalam tindakan, diperlukan : evaluasi yang cermat tentang perilaku pelanggan yang bekaitan dengan merek, evaluasi mendetail tentang kompetisi, dan upaya yang terkoodinasi untuk menyatukan program periklanan yang di usulkan terhadap strategi pemasaran merek secara kesluruhan. Karena suatu rencana periklanan melibatkan sejumlah rincian dan langkah tertentu yang berada diluar batasan ini. Proses perencanaan periklanan dalam suatu komunikasi bisnis ini meliputi enam lanagkah utama secara umum yang dirinci sebagai berikut :
1. Mengulas rencana periklanan
2. Analisis situasi internal dan eksternalo perusahaan
3. Menentukan tujuan periklanan
4. Mengembangkan dan melaksanakan strategi periklanan atau kreatif
5. Mengembangkan dan melaksanakan strategi media
6. Mengevaluasi efektifitas periklanan
1. Mengulas rencana periklanan
Manajer periklanan pertama-tama mengulas rencana pemasaran untuk memahami kemana arah perusahaan, cara apa yang diniati, dan peran apa yang akan dimainkan periklanan dalam bauran pemasaran.
2. Analisis internal dan eksternal perusahaan
Analisis-analisis situasi internal dan eksternal secara ringkas menyatakan kembali situasi perusahaan sekarang, pasar-pasar target, tujuan-tujuan pemasaran jangka pendek dan jangka panjang, serta keputusan-keputusan menyangkut posisi produk dipasar, tahapanya dalam siklus kehidupan dan bauran pemasaran terkait. 
3. Menentukan tujuan periklanan
Langkah periklanan berikutnya adalah menentukan apa yang perusahaan harapkan dari pelaksanakan periklanan. Tujuan-tujuan perikalanan hendaknya dinyatakan secara jelas. Tepat dan dalam lingkup-lingkup yang terukur. Ketepatan dan daya ukur memungkinkan para pengiklan mengevaluasi kesuksesan periklanan pada akhir kampanye periklanan, menilai apakah tujuan-tujuannya telah dipenuhi. Seandainya sebuah periklanan mendefisinikan tujuan-tujuan berdasarkan penjualan, maka tujuan ini berfokus pada peningkatan pendapatan penjualan, peningkatan sekian persen penjualan, atau peningkatan pangsa pasar perushaan. Meskipun tujuan jangka panjang pengiklanan untuk meningkatkan penjualan, tidak semua kampanye dirancang untuk meningkatkan kepekaan produk dan merek, membuat sikap konsumen lebih menguntungkan produk atau merek, atau meningkatkan pengetahuan konsumen tentang ciri-ciri roduk. Sebagi contoh, the national fluid milk processor promotion board inenugasi bozzel wordlwide untuk menjankan kampanye tersebut adalah mengubah sikap konsumen amerika yang menyebabkan penurunan konsumsi perkapita susu untuk meningkatkan kepekaan publik terhadap fakta-fakta nutrisi. Tujuan-tujuan jangka panjangnya adalah untuk menumbuhkan dan pada akhirnya membalikan penurunannya serta untuk menjaga kepekaan publik terhdapa nutrisi susu.
4. Mengembangkan dan melaksanakan strategi periklanan atau kreatif
Tujuan-tujuan poerikalan menyatakan dimensi pengiklan ingin dalam kaitannya dengan pangsa pasar dan kepekaan publik. Stratgei pengiklanan atau kreatif menggambarkan cara untuk mencapianya. Strategi ini terdiri dari elemen-elemen dan program lima langkah.
A. Elemen-elemen dalam strataegi periklanan
Elemen-elemen strategi periklanan antara lain :
1. Khalayak sasaran  :  khalayak sasaran adalah kelompok orang yang dituju iklan-iklan.
2. Konsep produk atau jasa  : sebuah produk dapat berupa gagasan jasa, atau barang atau kombinasi dari ketiganya. Definisi ini juga mencakup jasa-jasa pendukung yang mengiringi barang-barang seperti garansi dan perawatan. Saat menulis renacana periklanan harus mengembangkan satu perencanaan sederhana untuk menggambarkan konsep produk yaitu, bagaimana periklanan akan menyajikan produk. Untuk menciptakan pernyataan ini, pengikaln pertama-tama mempertimbangkan cara konsumen akan menangkap produk dan kemudian menimbang dengan strategi pereusahaan.
3. Media periklanan : para pengiklanan memerlukan sebuah metode sistematik untuk menentukan media mana yang digunakan, bagaimana mereka, kapan menggunkan mereka, dan dimana menggunakan mereka untuk secara efektif dan efisien menyampaikan pesan-pesan periklanan mereka. Pesan periklanan : apa yang ingin dikatakan perushaan dalam iklan-iklan dan bagaimana cara menyampaikannya secara verbal dan non verbal membentuk pesan iklan. Setiap iklan memerlukan baris judul atau pembukaan untuk menciptakan minat konsumen dan tulisan yang manampilkan pesan. Keputusan-keputusan tentang isi juga melibatkan penggunaan warna dan ilustrasi, ukuran atau panjang iklan, sumber penggunaan simbolisme, dan adaptasi-adaptasi yang diperlukan bagi pasar-pasar luar negeri. Peran faktor-faktor ini tergantung pada berbagai tujuan dan sumber daya perusahaan.
B. Program lima langkah
Formulasi suatu strategi periklanan mensyaratkan pengiklan untuk mengupayakan langkah-langkah formal beikut ini, yang disebut program lima langkah :
1. Menspesifikasikan fakta kunci
Fakta kunci dalam strategi periklanan adalah pernyataan tunggal dari sudut pandang konsumen, yang mengidentifikasikan mengapa para konsumenmembeli atau tidak membeli produk atau jasa/ merek, atau tidak pertimbangkan produk tersebut sebagai produk yang layak.
2. Menyatakan masalah pemasaran utama
Fakta kunci, langkah ini menyatakan masalah dari sudut pandang pemasar, masalah pemasaran utama bisa jadi adalah masalah citra, masalah persepsi produk, atau suatu masalah dalam persaingan.
3. Maenyatakan tujuan komunikasi
Merupakan pernyataan langsung tentang efek periklanan apa yang diinginkan oleh pasar sasaran dan bagaimana iklan tersebut seharusunya mempersuasikan para konsumen.
4. Mengimplementasikan strategi pesan yang kreatif
Inti dari keseluruhan strategi periklanan adalah strategi pesan yang kreatif, terkadang disebut juga kerangka kerja kreatif (creative flatform). Kerangka kerja kreatif bagi sebuah merek dirangkum dalam pernyataan tunggal yang menyatukan apa yang diharapkan akan dimengerti dari suatu merek di dalam benak konsumen serta dengan mempertimbangkan tentang bagaimana para pesaing memposisikan merek-merek mereka. oleh karena itu, implementasi strategi pesan yang kreatif memerlukan :
   Pendefinisian pasar sasaran. Anda akan mengingat kembali bahwa pasar sasaran bagi suatu strategi periklanan merek dan program pemasaran yang berhubungan, didefinisikan dalam pengertiuan demografis, psikologis, atau karakteristik pemasfaatan (product-usage).
   Pengidintifikasian pesaing utama, Siapakah para pesaing uatama dalam segmen merek yang sedang beruapaya untuk menarik pelanggan, dan apa kelebihan serta kekurangan mereka? Dengan menjawab pertanyaan ini seseorang pengiklanan akan dapat mengetahui dengan apsti bagaimana cara memposisikan suatu merek kepada konsumen yang telah mempunyai persepsi tentang kelebihan dan kekurangan mereka kognitif.
    Pemilihan janji,Aspek kerangka kerja kreatif ini adalah menyeleksi keuntungan uatam merek atau agasan penjualan utama. Pada sebagaian besar khusus, janji tersebut adalah keuntungan konsumen atau solusi terhadap masalah.
    Penawaran alasan, Ini merupakan fakta-fakta yang mendukung janji tersebut. Dalam beberapa hal, pengiklan bisa menyokong pernyataan iklan mereka dengan informasi aktual yang relevan, informatif, serta menarik bagi konsumen.
5. Membangun arus perintah korperat/divisional
Langkah terakhir dalam memformulasikan suatu strategi periklanan melibatkan persyaratan-persyaratan wajib (mendatori) yang harus disertakan dalam suatu iklan. Aspek strategi perikalan ini relatif bersifat dan tidak kreatif. Pada dasarnya,m strategi ini mengingatkan pengiklanan untuk menyertakan slogan atau logo korperat, auatu kaliamay standar, berbagai peraturan yang ditetapkan oleh perintah, dan seterusnya. Secara keseluruhan, strategi periklanan mengatur detail-detail kampanye perikalanan yang akan datang. Strategi pengiklanan berpatokan pada suatu pendekatan disiplin guna menganalisis produk atau merek, konsumen, serta pesaing. Keuntungan dari pimikiran tunggal, atau pernyataan posotioning menuju berbagai uapaya periklanan lebih lanjut. Setiap keputusan teknis yang diajukan, devaluasi dalam artian apakah hal itu cocok dengan strateginya.
5. Mengembangkan dan melaksanakan strategi media
Perencanaan media membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut :
a. Khalayak-khalayak apa yang ingin kita raih
b. Kapan dan dimana kita ingin meraih mereka
c. Sebera banyak orang yang perlu kita raih
d.Seberapa sering kita perlu meraih mereka
e. Seberapa banyak biaya yang diperlukan untuk meraih mereka.
Media menyertakan metode-metode tradisional seperti koran, makjalah, televisi, radio, dan papan reklame. Sertakan media pelengkap seperti media yellow pages, periklanan internet, dan dan periklanan khusus.
6. Mengevaluasi efektifitas periklaan
Dalam mengelola kampanye iklannya, sebuah perusahaan hendaknya secara teliti mengevaluasi efektifitas iklan-iklan sebelumnya dan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk memperbaiki kualitas iklan dimasa mendatang. Para eksekutif puncak menginginkan bukti bahwa periklanan yang mereka beliadalah sepedan. Mereka ingin mengetahui apakah dollar yang dibelanjakan dalam periklanan menghasilkan volume penjualan yang dapat dipanen dari dollar yang sama apabila dibelanjakan pada kegiatan-kegiatan pemasaran lain. Efektifitas sebuah ikaln bisa diuji sebelum, dan sesudah disajikan khalayak target dengan metode-metode yang digunakan.
STRATEGI INFORMASI
       Di tengah era informasi sekarang ini, strategi informasi menjadi signifikan ketika aset informasi dalam suatu organisasi perlu diselaraskan dengan perkembangan dan arahan strategi bisnis. Banyak organisasi bisnis yang belum dapat benar-benar memahami informasi apa yang  sejatinya mendorong bisnis dan mendukung keputusan bisnis terpenting mereka. Padaha, pemetaan tingakt kritikal informasi yang dimiliki suatu organisasi bisnis adalah titik awal untuk memahami aset bisnis yang sebenarnya.
        Strategi informasi dapat membantu organisasi bisnis dalam melakukan prioritasasi informasi sehingga dapat memetakan informasi bisnis nama yang benar-benar mendorong aktifitas, hasil dan kesuksesan bisnis. Hal itu menyebabkan bisnis bisa lebih jelas melihat aset informasi mereka ketika isu-isu krusual dalam bisnis muncul, atau dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan dengan melihat informasi bisnis kritikal nama yang benar-nenar memiliki dampak terhadapnya, informasi bisnis mana yang nemiliki prioritas kepentingan teratas hingga prioritas terbawah dalam mendukung kebutuhan tersebut.
          Strategi informasi juga dapat membantu organisasi dalam emngidentifikasikan siapa sejatinya pemilik informasi yang bertanggung jawab penuh atas informasi tersebut dan pengguna informasi, serta bagaimana peta keterkaitan diantara keduanya. Hal ini akan sangat membantu organisasi bisnis dalam menyikap adanya kesenjangan (gap) ataupun redudanasi informasi, termasuk kemungkinan mengidentifikasikan informasi tersembunyi yang bisa lebih diberdayakan untuk mendukung peningkatan kualitas kinerja bisnis di dalam orgamnisasi. Pada akhirnya, strategi informasi bisa merekomendanisan suatu roadmap untuk memetakan informasi bisnis yang perlu dikelola saat ini, 2 tahun selanjutnya, hingga 5 atau 10 tahun ke depan. Dengan mendefinisikan roadmap strategi yang dapat termonitor perkembangannya ini, organisasi memiliki arsitektur informasi yang kokoh, sehingga organisasi bisnis bisa lebih menyesuaikan kembali inisiatif unit kerja bisnis atau sisitem informasi mana saja yang diperlukan untuk memulai pengelolaan onformasi ini, dan kapan pengelolaan ini harus terlengakapi untuk mendukung perjalanan strategi bisnis itu sendiri.
Pentingnya Road:Map pada organisasi
Suatu orgnaisasi membutuhkan panduan agar perjalannya terarah. Seperti halnya suatu peta dalam satu perjalanan. Peta yanga baik akan menuntun organisasi untuk mencapai tujuan tepat waktu secara efisien dan efektif. Peta tersebut harus memebrikan fleksibiliats sehingga melikiskan "banyak jalan untuk menuju roma".
Langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat suatu peta yang mampu mendukung suatu perjalanan yang efektif dan efisien.
1. Kenali tujuan yang akan dituju
2. Identifikasi atau tentukan titik awal perjalan (strarting pont)
3. Ukuran jarak antara titil awal dengan tujuan
4. Tentukan kapasitas yanga akn dipakai untuk perjalanan
5.Buat milestone yang harus dicapai dalam waktu tertentu
6. Tentukan waktu perjalanan
7.Tentuakan strategi untuk samapai ke tujuan
8. Komuniaksikan strategi yang diambil kepada pihak yang berkepentingan
      Dengan melaksnanakan langkah-langkah di atas muncul manfaat-manfaat yang diperoleh organisasi. Manfaat yang dieproleh dengan adanya road-map anatara lain :
1. Perjalanan lebih terarah
2. Strategi jelas. apabila tumpang tindih dengan strategi lainnya, overlapping akan diketahui karena perjalanan akan kembali pada milestone tertentu (startegi tidak dilakukan dalam waktu bersamaan). Apabila strategi tumpang tindih dengan strategi lainnya (Straetegi tidak dilakuakn dalam waktu bersamaan), overlapping akan lebih mudah diketahui karena perjalannya.
3. Kegiatan terpetakan. Apabila terdapat penyimpangan maka semua pihak dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpanagn tersebut dapat melakukan koreksi yang diperlukan atau adaptasi pada penyimpanagan yang sudah ditetapkan.
4. Kondisi awaln teridentifikasi secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi yang akan diambil tidak bertentangan dengan kondisi ada.
5. Strategi yang diambil dipahami menyeluruh oleh semua pihak sehingga semua mengetahui tugas masing-masing-masing. dalam pelakasanaan strategi.
KESIMPULAN  
Proses perencanaan periklanan dalam suatu komunikasi bisnis ini meliputi enam lanagkah utama secara umum yang dirinci sebagai berikut :
1. Mengulas rencana periklanan
2. Analisis situasi internal dan eksternalo perusahaan
3. Menentukan tujuan periklanan
4. Mengembangkan dan melaksanakan strategi periklanan atau kreatif
5. Mengembangkan dan melaksanakan strategi media
6. Mengevaluasi efektifitas periklanan
         Strategi informasi juag dapat membantu organisasi dalam emngidentifikasikan siapa sejatinya pemilik informasi yang bertanggung jawab penuh atas informasi tersebut dan pengguna informasi, serta bagaimana peta keterkaitan diantara keduanya. Hal ini akan sangat membantu organisasi bisnis dalam menyikap adanya kesenjangan (gap) ataupun redudanasi informasi, termasuk kemungkinan mengidentifikasikan informasi tersembunyi yang bisa lebih diberdayakan untuk mendukung peningkatan kualitas kinerja bisnis di dalam orgamnisasi.Sehingga strategi informasi membantu para pengambil keputusan bisnis untuk lebih mampu melihat secara utuh aset informasi yang mereka miliki, serta inisiatif unit kerja bisnis sebagai pemilik informasi mana saja yang dapat memberikan niali manfaat bisnis yang signifikan secara tepat.
       Pada akhirnya, strategi informasi bisa merekondemasikan suatu roadmap untuk menetapkan informasi bisnis yang dikelola saat ini, 2 tahun selanjutnya, hingga 5 atau 10 tahun ke depan. Dengan mendefinisikan roadmap strategi yang dapat termonitor perkembangannya ini, organisasi memiliki arsitektur informasi yang kokoh, sehingga organisasi bisnis bisa lebih menyesuaikan kembali inisiatif unit kerja bisnis atau sisitem informasi mana saja yang diperlukan untuk memulai pengelolaan onformasi ini, dan kapan pengelolaan ini harus terlengakapi untuk mendukung perjalanan strategi bisnis itu sendiri.
Daftar pustaka

 

Rabu, 11 Desember 2013

KOMUNIKASI MELALUI STRATEGI PEMASARAN

 BAB II
PEMBAHASAN
KOMUNIKASI MARKETING
Pada era globalisasi perdagangan ,investasi, teknologi dan informasi bidang kerja komunikasi dan marketing senakin erat terkait. Artinya, bila dikaitkan dengan pemasaran pada produk atau jasa ke pelanggan, maka akan trerlihat kaitan yang sangat erat antara proses marketing dengan proses komunikasi diantara produsen dengan pelanggan dan calon pelanggan. Untuk contohnya sebagai berikut:
"Sejak penentuan design produk atau dalam kasus perguruan tinggi misalkan pembentukan suatu program studi),kemasan (kurikulum, jenjang pendidikan), saluran distribusi, isi pesan iklan, pemasaran langsung atau tidak langsung, sampai dengan pelayanan purna jual atau pelayanan mahasiswa, konseling, bimbingan belajar) semuanya terkait dengan proses komunikasi pemasaranh. Menurut Schultz (1994), pada era 1990 marketing dan komunikasi merupakan bidang yang tidak terpisahkan. Keduanya merupakan suatu keterpaduan yang akan menjadi suatu keunggulan daya saing (competitive advantage) yang berkelanjutan.Terdapat sejumlah istilah yang digunakan untuk menggambarkan komunikasi marketing, antara lain : Mixed Media Marketing Communication (MMMC), Integreated Marketing Communication (IMC), Maxi Marketing dan Individualizated Marketing. Yang pada kesuamnya pada dasarnya menggambarkan bahwa komunikasi marketing berbeda dengan marketing. Marketing jika digambarkan terdiri proses 4 tahap yaitu :
1. Mengembangkan produk atau jasa.
2. Menciptakan harga untuk produk atau jasa.
3. Mengkomunikasikan informasi tentangnya melalui berbagai communication chanel, baik yang langsung maupun tidak langsung.
4. Mengkoordinasikan distribusinya, untuk memastikan aksebilitas produk atau jasa oleh konsumen.
MODEL KOMUNIKASI MARKETING
Keterpaduan rancangan komunikasi dan marketing dinyatakan oleh Schultz, Tannenbaum dan Lauterborn (1994) dalam suatu proses yang terdiri dari tujuh tahap yaitu :
1. Bankdata, klasifikasi dan segmentasi konsumen.
2. Contact management, memerlukan waktu, tempat dan situasi yang tepat untuk berkomunikasi dengan pelanggan atau dengan calon pelanggan.
3. Sasaran dan strategi komunikasi, isi pesan dan strategi media.
4. Brabd-network, menanamkan atau membentuk persepsi pelanggan tentang citra merek produk atau jasa.
5. Sasaran marketing,  mempertahankan atau menaikan tingkat pemakaian produk.
6. Teknik komunikasi marketing, yang digunakan untuk mencapai sasaran marketing dan 
7. taktik komunikasi marketing, beberapa taktik dasar antara lain adalah : pemasaran langsung, periklanan, promosi penjualan, Humas, promosi melalui ajang khusus, dan bentuk kemasan produk.
STRATEGI KOMUNIKASI MARKETING
Rancangan strategi komunikasi marketing terpadu mencakup sepuluh langkah yakni :
1. Target/ Consumer Buying Incentive
Menelusuri persepsi pelanggan atau konsumen dan calon pelanggan temtang produk atau jasa yang ditawarkan oleh institusi atau organisasi.
2. Realitas produk dan persepsi pelanggan /konsumen
Semua fakta tentang produk atau jasa ( materi, keunikasn. fisik atau non-fisik).
3. Mengenali situasi persaingan
Pangsa pasar pesaing, brand-network, teknik komunikasi marketing yang dilakukan.
4. Mengetahui competitive consumer benefit
Manfaat kunci dari [roduk atau jasa organisasi.
5. Program komunikasi marketing untuk consumer benefit
Mencipatkan kepercayaan akan manfaat produk.
6. Menciptakan brand personality
Keunikan dan identitas merek produk atau jasa.
7. Menetapkan sasaran dan tindakan komunikasi
Bagaimana agar isi pesan dipahami, diterima, dan ditanggapi oleh pelanggan atau konsumen atau calon pelanggan.
8. Menciptakan efek perseptual
Nilai persepsi pelanggan atau konsumen atau calon konsumen.
9. Menentukan consumer contact point
Saat atau kondisi dan media yang tepat untuk menjangkau pelanggan atau konsumen atau calon pelanggan untuk menyampaikan pesan penjualan dan,
10. Merencakan riset untuk masa depan
Yang perlu dilakukan untuk mengembangkan strategi komunikasi marketing kearah yang lebih baik.
STRATEGI DAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Dalam bidang pendidikan diperlukan tiga konsep strategi pemasaran yang dapat di pertimbangkan yaitu 
1.Distinctive Competense, sebuah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan agar dapat melakukan kegiatan yang lebih baik dari pada pesaing.
2. Competitive Advantage, yaitu kegiatan spesifik yang dikembangkan oleh perusahaan agar lebih unggul dibandingkan dengan pesaingnya, melalui strategi differensiasi (keunggulan berasing disebabkan oleh pilihan strategi yang dilakukan perusahaan untuk merebut peluang pasar).
Strategi differensasi merupakan salah satu dari tiga strategi pemasaran sebagai strategi bersaing, yaitu 
a. Differensiasi
b. Keunggulan biaya (low cost)
c. Fokus (Focus)
INOVASI PEMASARAN
Sebenarnya tidak terlalu berlebihan jika ada yang menyatakan bahwa ada 1001 cara untuk menjual produk apapun itu, seperti jasa maupun nonkasa. Masalahnya adalah kenapa sudah dicoba dengan berbagai cara penjualan tidak juga meningkat bahkan akan cenderung menurun. Apalagi kalau penjualan tak kunjung ada, sudah dipastikan akan muncul vonis bahwa baranag tidak dapat dijual, lebih spesifik bisa dirangkumkan dalam satu kata yakni "gagal". Seperti yang diungkapan pada tulisan sebelumnya bahwa salah satu tidak cukup ada hal lain yang penting kita lakukan. Langkah berikutnya pilihan sistem pemasaran, jaringan distribusi dan tentunya kebijakan-kebijakan yang tepat. Dengan demikian langkah yang akan diambil dalam strategi pemasaran akan lebih jelas dan terfokus. Pemahan karakter ia sebagai ujung tombok dana pemasaran suatu produk, mulai dari promosi hingga terjadinya proses transaksi. Philip Kotler dalam manajemen pemasarannya mengulas hal itu dari sudut pandang komunikasi pemasaran yang meliputi pengiklanan, promosi penjualan, hubungan masyarat, penjualan personal, dan pemasaran langsung. Adanya konsdisi tersebut maka produsen harus teliti dan oeka untuk menangkap keinginan konsumen.
1. Produk harus sesuai dengantujuan produksi yang ingin dicapai.
2. Produk harus memenuhi kebutuhan pasar rill.
3. Fungsi produk harus bisa diandalkan sepanjang masih memenuhi masa keberadaanya.
4. Produk harus memudahkan konsumen dalam pemeliharannya (maintenance).
PROMOSI PRODUK
Komunikasi pemasarn merupakan proses penyampain informasi atau pesan, ide, perintah dan keluhan dari pengirim pesan atau sender kepada penerima pesan atau reciver. Promosi meruapakan sebagai bentuk komunikasi pemasaran yang mempunyai fungsi untuk  menginformasikan,membujuk dan mempengaruhi keputusan pembelian. Tujuan promosi ialah :
1. Memberi informasi kepada konsumen dan masyarakat.
2.Meningkatkan permintaan.
3.Mmebedakan produk.
4.Memberi penekanan nilai yang diterima konsumen atas produk, dan 
5. Menstabilkan penjualan.
Bauran promosi meliputu: komunikasi personal, telemarketing, costumer service,costumer training, word of mouth,periklanan, dan promosi penjualan, publisitas dan corporate design.
ELEMEN-ELEMEN STRATEGI PEMASARAN
- Pengembangan Strategi Pemasaran
Ada 5 konsep yang mendasari suatu strategi pemasaran yaitu :
- Segementasi Pasar
segmentasi pasar ini merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar itu terdiri atas beberapa segmen yang berbeda-beda. Dalam setiap segmen terdapat pembeli-pembeli yang mempunyai :
- kebutuhan yang berbeda
-pola pembelian yang berbeda dan,
-tanggapan yang berbeda terhadap berbagai macam penawaran
-Penentuan Posisi Pasar 
Perusahaan berusahan memilih pola konsumen pasar khusus yang dapat memberikan kesempatan maksimum untuk mencapai tujuan sebagai pelapor. Perusahaan baru dapat beroperasi setelah memporoleh posisi tertentu di pasar. Untuk mencapai posisi yang kuat perusahaan harus dapat memasuki segmen pasar yanag menghasilkan penjualan sert tingkatlaba paling besar. 
-Strategi Memasuki Pasar
Adalah menentukan bagimana segmen pasar yang dituju. Perusahaan dapat menempuh beberapa cara untuk memeasuki segmen pasar yang dituju, yaitu :
- membeli perusahaan lain
-berkembang sendiri
-mengadakan kerjasama dengan perusahaan lain
Berikut masalah-masalah yang harus diperhatikan dalam memilih cara untuk memasuki pasar adalah :
1. Membeli perusahaan lain
2. Berkembang sendiri
3. Kerjasama dengan perusahaan lain
-Strategi Marketing Mix 
Marketing Mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan.
-Strategi Penentuan Waktu
Perusahaan dapat mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan apabila bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat. Oleh karena itu masalah penentuan waktu yang tepat sangat penting bagi perusahaan untuk melaksanakan program emasarannya.
STRATEGI PROMOSI
Stategi promosi berakitan dengan masalah-maslah perencanaan, pelaksanaan dan penegndalian komunikasi persuasif dengan pelangggan. Ada enam strategi promosi pokok dalam strategi promosi yaitu :
- Strategi pengeluaran promosi
-Strategi bauran promosi
-Strategi pemilihan media
-Strategi copy periklanan
-Strategi penjualan
-Strategi motivasi dan penyediaan tenaga kerja 
STRATEGI PENGELUARAN PROMOSI
Anggaran promosi merupakan bagian dari anggaran pemasaran. Namun demikian tidak ada standar yang pasti mengenai seberapa besar pengeluaran untuk promosi yang harus dialokasikan. Faktor penyebabnya adalah pengeluaran promosi prosi itu bervariasi tergantung pada produk atau situasi pasar.
STRATEGI PEMILIHAN MEDIA
Tujuan dari strategi ini adalah memilih media yang tepat untuk kampanye iklan dalam rangka membuat pelanggan menjadi tahu, paham, menentukan sikap, dan membeli produk yang dihasilkan perusahaan. Adapun yang dimaksud dengan media adalah saluran penyampaian pesan komersial kepada khalayak sasaran.
PROSEDUR PEMILIHAN MEDIA
Pemilihannya media memerlukan dua keputusan, yaitu media apa yang akan digunakan dan sarana media apa yang akan dipaakai.
ALTERNATIF MEDIA
Secara umum media yang tersedia dapat dikelompokan menjadi :
a. Media cetak, media yang statis dan mengutamakan pesan-pesan dengan sejumlah kata maupun gambar atau foto.
b. Media elektronik, media dengan teknologi elektronik dan hanya bisa digunakan bila ada jasa transmisi siaran.
c. Media luar ruang, media iklan atau biasanya berukuran besar yang dipasang di tempat-tempayt terbuka seperti di pinggir jalan, di pusat keramaian atau tempat-temapt khusus lainnya.
d. Media lini bawah, media-media minor yang digunakan untuk mengiklankan produk.
STRATEGI COPY IKLAN
Copy adalah isi dari ikaln, copy berfungsi untuk menjelaskan manfaat produk dan memberi alasan kepada pembacanya mengapa harus membeli produk tersebut. Pesan-pesan yang akan disampakan dapat disajikan dalam gaya penyampaian yang berbeda yaitu dnegan memanfatkan : 
- cuplikan kehidupan individu dan kelompok 
-gaya hidup individu
-fantasi tentang produk
-suasana hati atau mood atau citra seputar produk.
STRATEGI PENJUALAN
Masalah-masalah yang harus diatasi dalam strategi penjualan adalah apakah penekanan diutamakan pada mempertimbanghkan pelanggan saat ini atau menambah pelanggan yang ada. Meningkatkan produktifitas wiraniaga. Siapa yang harus dihubungi bila berurusan dengan pelanggan organisasi. 

 KESIMPULAN
     Berdasarkan uraian diatas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa sudah layaknyah perusahaan memiliki strategi pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk atau jasa.
     Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan.
     Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjualannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan cepat.
      Adapun penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar  mungkin dapat menerapkan strategi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar. Dengan memperhatikan semua hal diatas, maka dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingannya.