Kamis, 05 Desember 2013

KOMUNIKASI DENGAN KONSUMEN


BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan individu.
Proses komunikasi, terdapat suatu pandangan baru yang memandang komunikasi sebagai dialog interaktif antara perusahaan dan pelanggannya yang berlangsung selama tahap prapenjualan, penjuala, konsumsi dan pascakonsumsi. Perusahaan harus menanyakan tidak hanya “Bagaimana kita dapa mencapai pelanggan?” melainkan juga “Bagaimana pelanggan bisa mencapai kita?”.
Mengidentifikasi audiens sasaran, merupakan suatu  proses identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasaran. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi keputusan. Menentukan komunikasi pemasaran,setelah pasar sasaran dan persepsinya didentifikasi, komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Pemasar  mungkin menginginkan tanggapan kognitif (cognitif), pengaruh (affective), atau perilaku (behaviour). Artinya, pemasar mungkin ingin memasukan sesuatu ke dalam pikiran konsumen, mengubah sikap konsumen, atau mendorong konsumen untuk bertindak. Merancang pesan menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens, komunikator selanjutnya mengembangkanpesan yang efektif.
Memilih saluran komunikasi, pada Komunikator harus memilih saluran komunikasi yang efisien untuk menyampaikan pesan. Dalam berbagai kasus, diperlukan banyak saluran komuniaksi yanag berbeda. Pad saluran komuniaksi ini dapat dibedakan menjadi dua yakni saluran komunikasi personal dan saluran komuniaksi nonpersonal.
BAB II
PERMASALAHAN
1.      Apakah yang dimaksud dengan komunikasi?
2.      Bagaimanakah proses komunikasi itu?
3.      Bagaimana mengembangkan komunikasi yang efektif ?
4.      Apa yang dimaksud dengan mengidentifikasi audiens,menentukan tujuan komunikasi,merancang pesan dan memilih saluran komunikasi?
5.      Apakah itu mengelola komunikasi pemasaran terpadu?

 BAB III
PEMBAHASAN 

1. PENGERTIAN KOMUNIKASI 
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya yaitu : Komunikasi dan Pemasaran. Pengertian dari komunikasi sendiri adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman yang disampaikan antar individu atau antar organisasi dengan individu. Sedangkan pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai atau pertukaran antara mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran mereka yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya. Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk pasar. Terdapat lima jenis promosi yang bisa disebut bauran promosi atau bauran pemasaran seperti yang dijelaskan diatas, penjualan tatap muka, humas, promosi penjualan, publisitas dan publisitas serta perusahaan langsung. Komunikasi pemasaran juga secara berhati-hati dan penuh perhitungan dalam menyusun rencana komunikasi perusahaan. Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi nakan sangat menentukan keberhasilan komunikasi, dengan penentuan sasaran yang tepat. Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh dengan proses komunikasi dengan proses komunikasi dalam ilmu komunikasi. Model komunikasi pemasaran meliputi sender atau disebut juga source. 
2. PROSES KOMUNIKASI PESAN
Dalam proses komunikasi terdapat suatu pandangan baru yang memandang komunikasi sebagai dialog interaktif antara perusahaan dan pelangganya yang berlangsung selama tahap prapenjualan, penjualan, komuniaksi dan pascakomunikasi. Perusahaan harus menanyakan tidak hanya "bagaimana kita dapat mencapai pelanggan?". Tetapi berkat adanya terobosan tekonologi, orang-orang sekarang dapat berkomunikasi melalui media tradisional atau surat kabar, radio, telepon, dan televisi. Dengan menurunnya baiaya komunikasi teknologi baru tersebut telah mendorong lebih banyak perusahaan bergerak dan komunikasi massa ke komunikasi yang lebih ditargetkan dan dialog satu sama lain. Tetapi komunikasi perusahaan lebih dari sekedar platform komuniaksi khusus yang terdaftar. Seperti gaya dan harga produk, bentuk dna warna kemasan, cara dan pakaian wiraniaga, dekorasi tempat, perlengkapan kantor perusahaan semuanya menhkomunikasikan banyak hal kepada pembeli.  Setiap kontak merek memberikan kesan dan itu dapatmenguatkan atau melemahkan pandangan pelanggan tentang perusahaan, keseluruhan bauran pemasaran harus dipadukan supaya dapat memberikan pesan yang konsisten dan penentapan posisi yang strategis.Terdapat elemen-elemen pesan yang dapat efektif pengkodean dari pengirim harus berhubungan dengan proses penguraian kode oleh penerima. Artinya, pesan yang terbaik adalah pesan yang disampaikan dengan tanda-tanda yang dikenali oleh penerima. Apabila pengirim memiliki pengalaman dengan penerima pesan, maka komunikasi yang dilakukan akan lebih efektif. Tugas pengeirim adalah mengupayakan agar pesannya sampai kepada penerima. Pendengar sasaran mungkin tidak menerima pesan yang dimaksudkan, karena terdapat 3 alasan yakni :
1. Perhatian selektif (selective attention) : seorang komunikator harus merancang pesan yang dapat menarik perhatian walaupun dikelilingi banyak gangguan. Perhatian selekfif menjelaskan mengapa ikaln dengan judul tercetak tebal yang menjanjikan sesuatu, seperti "bagaimana menjadi jutawan?" memiliki kemungkinan besar untuk menarik perhatian.
2. Penyimpangan selektif (selective disortion) : penerima akan mendengar apa yang sesuai dengan sistem keyakinan mereka. Akibatnya adalah penerima sering menambahkan hal yang tidak terdapat pada pesan itu atau levelling. Tugas komunikator adalah berusaha merancang pesan yang sederhana, jelas, menarik dan berulang-ulang agar inti pesan tersebut dapat diterima oleh penerima.
3. Ingatan selektif (selective recall) : orang hanya akan menyampaikan sebagian kecil dari pesan yang diterimanya dalam ingatan jangka panjang. Jika setiap awal penerima terhadap obyek itu posotif dan penerima tersebut mengulang-ulang argumen pendukungnya, pesan itu kemungkinan besar akan diterima dan selalu diingat.
3. MENGIDENTIFIKASI AUDIENS SASARAN
Proses identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasaran. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan atau pihak yang mempengaruhi keputusan. Audiens itu dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu atau masyarajat umum. Audiens yang dituju tersebut akan sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa yang akan dikatakan, bagaimana mengatakannya, kapan menatakannya, dimana pesan tersebut akan disampaikan dan kepada siapa pesan tersebut akan disampaikan. Konsumen yanga akan membeli produk yang mahal cenderung akan mengumpulkan informasi dan memperkirakan manfaatnya. 
-Daya tarik emosional,yakni mencoba membangkitkan emosi positif ataui negatif yang akan memotivasi pembelian. Pemasar mencari usulan pemasar emosional, produk itu mungkin sama dengan produk pesaing akan tetapi memiliki asosiasi unik yang dapat dipromosikan.
-Daya tarik moral, diarahkan pada perasaan audiens tentang apa yang benar dan tepat. Daya tarik moral sering digunakan untuk mendorong orang yang mendukung masalah-masalah sosial.
-Analisis citra, sebagian besar analisis atau audiens memelukan penilaian citra pelanggan saat ini tentang perusahaan, produknya, dan pesaingnya. Citra  adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek. 
4. MENENTUKAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Setelah pasar sasar dan persepsinya diidentifikasi,komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Pemasar mungkin menginginkan tanggapan kogniftif (cognitif),pengaruh (affective atau perilaku (behaviour). Artinya pemasar mungkin ingin memasukan sesuatu ke dalam perilaku konsumen, mengubah sikap konsumen atau mendorong konsumen untuk bertindak.
5. MERANCANG PESAN
Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens, komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya pesan itu harus menarik perhatian (attention), mempertahankan ketertarikan (interest), mengembangkan keinginan (desire) dan menggerakan tindakan (action). Dalam prakteknya hanya sedikit pesan yang mampu membawa konsumen melakukan semua tahap kesadaran  sampai tahap pembelian, tetapi keranka kerja AIDA tersebut mengstruktur pesan). Memformulasikan pesan memrlukan pemacahan atas empat masalah :
a. Isi Pesan
Dalam menentukan isi pesn yang terbaik. Manajemen mencari daya tarik, tema, ide atau usulan penjualan yang unik. Ada tiga jenis daya tarik : rasinal, emosional, dan moral.
b. Struktur Pesan
 Efektivitas pesa tergantung pada struktur dan isi pesan. Penelitian Hovland di Universitas Yale melihat bahwa isi pesan dan hubungan kesimpulan, argumen sepihak versus argumen dua pihak, serta urutan penyajian. 
c. Format Pesan
 Komunikator harus mengembangkan format pesan yang kuat. Dengan iklan tercetak, komunikator harus memutuskan judul, kata-kata dan warna. Jika pesan disampaikan melalui radio, maka komunikator harus dengan teliti memilih kata, mutu, suara, dan vokalisasi "suara" orang ya g mempromosikan sebuah produk yang berbeda dengan cara mengiklankan produk tersebut. Jika pesan sudah disampaikan melalui televisi atau langsung secara pribadi, maka semua unsur tadi serta isyarat nonverbal harus direncanakan terlebih dahulu.
d. Sumber pesan
Pesan yang disampaikan oleh sumber yang menarik atau terkenal akan lebih menarik perhatian dan mudah  diingat. Itulah sebabnya mengapa pengiklanan sering menggunakan orang-orang terkenal sebagai juru bicara. Pengguna orang-orang terkenal akan efektif jika mereka dapat  melambangkan atribut produk yang utama. Tetapi yang sama pentingnya adalah kredibilitas model iklan tersebut. Pesan yang disampaikan oleh sumber yang terpercaya akan lebih persuatif. Faktor-faktor apa yang melandasi kredibilitas sumber? Tiga faktor yang paling sering diidentifikasi adalah keahlian, kelayakan untuk dipercayakan dan kemampuan untuk disukai.
6. MEMILIH SALURAN KOMUNIKASI
Komunkator harus memmilih saluran komunikasi yang efisien untuk menyampaikan pessan. Dalam berbagai kasus diperlukan banyak saluran komunikasi yang berbeda. Kegiatan itu mencangkup pemasangan iklan dijurnal-jurnal, mengirim surat langsung, memberikan sampel gratis dan bahkan melakukan pemasaran jarak jauh. Saluran komunikasi terdiri atas dua jenis :
1. Saluran Komunikasi Personal
Saluran komunikasi personal melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Mereka dapat berkomunikasi dengan cara tatap muka, satu orang berbiacara dengan audiens, melalui telepon, atau melalui email. Saluran komunikasi personal memperoleh efektivitasnya melalui peluang untuk mengidenbidualkan penyajian dan umpan balik. Perbedaan lebih lanjut dapat dilihat antara saluran-saluran komunikasi pendukung atau advokat, pakar dan sosial. 
2. Saluran Komunikasi Nonpersonal
Saluran komunikasi nonpersonal mencangkup media,atsmosfer, dan acara-acara khusus. Media terdiri atas media ceta atau koran ,majalah, surat langsung. Atmosfer adalah "lingkungan yang dikemas" yanag menciptakan atas memperkuat kecenderungan pembeli untuk membeli produk. Walaupun komunikasi personal lebih efektif daripada komunikasi masal, media masa mungkin mempengaruhi cara utama untuk mendorong komunikasi personal. Komunikasi masal mempengaruhi sikap dan perilaku personal melalui proses arus komunikasi dua-arah. Ide-ide sering mengallir dari radio, televisi, dan media cetak kepada para pemimpin opini dan kemudian kepada kelompok masyarakat yang kurang aktif. Arus komunkasi dua arah itu memiliki beberapa implikasi pertama, pengaruh media masa terhadap opini publik tersebut tidak selangsung, sekuat dan seoptimis yang diperkirakan. Kedua, arus komunikasi dua arah menentang pendapat bahwa gaya komunikasi orang-orang terutama dipengaruhi oleh "efek menetes air mata ke bawah "(trickle down effect) atau menetes ke atas (trickle up) yang diciptakan oleh media masa. Ketiga komunikasi dua arah berarti bahwa komunikator masal harus mengarahkan pesannya secara khusus kepada para pemimpin opini dan membiarkan mereka menyampaikan pesan tersebut kepada orang-orang lain.

KASUS
Toyota Bina Komunikasi Dengan Pelanggan
Sebagai salah satu wujud komitmennya dalam hal kepuasan pelanggan, Toyota selalu peduli akan kehadiran komunitas pelanggan Toyota dan selalu memberi dukungan pada berbagai kegiatan mereka. Tak berhenti di situ, Toyota juga berinisiatif mengadakan ajang ramah tamah antar komunitas untuk mengoptimalkan adanya komunikasi horisontal antar pelanggan, seperti kegiatan Halal Bihalal yang digelar Oktober lalu. Kali ini, demi lebih mempererat hubungan Toyota-komunitas dan antar komunitas, Toyota bersama 6 komunitas pelanggan bergabung dalam kegiatan 2 hari 1 malam bertajuk Toyota Community Gathering bertempat di Camp Hulu Cai – Ciawi, 8-9 November 2008. Toyota Community Gathering diadakan pertama kali tahun ini, diikuti oleh lebih dari 125 orang dari 6 klub komunitas Toyota, yaitu Avanza Xenia Club (AXIC), Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI), Toyota Vios Club Indonesia (TVCI), Innova Community (IC) dan Soluna. Lebih dari 60 mobil Toyota terlibat dalam kegiatan ini. “Toyota menyadari betul, saat ini yang dibutuhkan pelanggan tidak sekedar pelayanan dan produk berkualitas. Pelanggan juga menginginkan komunikasi 2 arah dengan pihak produsen, serta antara pelanggan itu sendiri. Kami bermaksud mengakomodir kebutuhan itu melalui Community Gathering,” papar Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan. “Kami bersyukur, upaya Toyota merangkul komunitas pelanggan juga telah mendapatkan pengakuan dari media, salah satunya dalam bentuk penghargaan ATPM Care for Community dari majalah Autobild Indonesia.”Sebelum memulai perjalanan menuju Ciawi, peserta berkumpul di New Parts Center Toyota di Cibitung yang baru diresmikan pertengahan tahun ini. Di lokasi ini Toyota memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dari dekat fasilitas dan sistem baru yang dimiliki Toyota dalam hal penyediaan suku cadang kendaraan, yang pada akhirnya ditujukan bagi kepuasan pelanggan. Sedangkan di Camp Hulu Cai, akan diadakan sharing session serta aneka games outbound.“Yang membedakan dengan ajang  ramah tamah sebelumnya adalah adanya presentasi dan sharing session antar klub pada Sabtu malam dalam suasana api unggun yang akrab. Melalui kegiatan tersebut, komunitas Toyota dapat saling melakukan benchmark untuk peningkatan kualitas masing-masing klub. Dengan mengikuti permainan outbound mereka dapat mempererat kerja sama tim,” tambah Johnny Darmawan. “Pada intinya, Toyota Community Gathering ini adalah kegiatan dari dan untuk komunitas Toyota. Kami hanya sebagai fasilitator saja,” tutupnya.Toyota berharap kegiatan ini dapat mendukung semakin berkembangnya hubungan baik antar komunitas Toyota, serta memberikan inspirasi kepada pelaku bisnis dan pemasar lainnya, akan pentingnya memperhatian kebutuhan komunikasi horisontal antar pelanggan.

BAB IV
BEDAH KASUS
Proses Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :
Pengirim pesan,penerima pesan dan pesan
Toyota melakukan proses komunikasi dengan konsumen melalui penyelenggaraan even – even komunitas pelanggan Toyota agar lebih mempererat hubungan antara pelanggan dengan Toyota sekaligus digunakan untuk melakukan kegiatan pemasaran perusahaan. Dalam melakukan kegiatan pemasaran suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedangkan dalam jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar tetap eksis. Promosi sangat diperlukan oleh setiap perusahaan karena tingkat persaingan yang tajam antar perusahaan dalam berbagai industri, jumlah konsumen potensial yang semakin meningkat dan digunakan untuk mempertahankan penjualan di masa resesi. Promosi bertujuan untuk memodifikasi tingkah laku, memberitahu, membujuk dan mengingatkan. Umumnya promosi yang diterapkan meliputi periklanan, penjualan perorangan, promosi dan penjualan publisitas. Disini peran Toyota dalam melakukan komunikasi dengan pelanggan sangatlah penting karena merupakan kunci keberhasilan pemasaran Toyota dimasa mendatang. Kepedulian Toyota terhadap pelanggan Toyota sangat besar yaitu dengan selalu memberikan dukungan pada berbagai aktifitas mereka. Adanya persaingan di industri otomotif  yang semakin kompetitif, memicu para pemain-pemain di industri otomotif untuk berbenah diri dalam meningkatkan kualitas produk dan layanannya. Menjadi pemimpin pasar otomotif dan melihat kompetisi  yang  intens  tentunya  memberikan  tantangan  yang  besar.  Tak  hanya sekadar mengedepankan market share dan unit penjualan, namun perusahaan juga dituntut untuk memperhatikan  kepuasan menyeluruh  dalam produk dan layanan serta menjaga hubungan dengan pelanggan.
Di  tengah  persaingan  yang  semakin  ketat  tersebut,  Toyota  melakukan inisiatif  yang  belum  pernah  dilakukan   perusahaan   sejenis,  khususnya   yang bergerak  di bidang  otomotif  (Virtual  Consulting,  2008).  Toyota  memanfaatkan social media sebagai bagian dari Integrated Marketing Communications (IMC) perusahaan.IMC merupakan proses lintas-fungsional untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan brand communications yang dirancang untuk memperoleh, mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan (Strauss & Frost, 2009) Pentingnya IMC dalam suatu organisasi yaitu dapat berkomunikasi dengan target pasar mereka. IMC berusaha untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan berbagai  unsur  publisitas,  bauran-promosi,  personal  selling,  hubungan masyarakat,  iklan,  promosi,  pemasaran  langsung  dan  penjualan:  untuk menghasilkan pesan yang terpadu yang berorientasi pelanggan dan oleh karena itu mencapai beberapa tujuan organisasi. (Boone & Kurtz, 2009)
Sedangkan  social  media  adalah  suatu  jenis  teknologi  dimana  media tersebut dirancang untuk mudah berbagi. Social media merupakan istilah umum yang mencakup teknologi seperti blog, berbagi foto, berbagi video, wiki, podcast, mikro-blogging, berbagi musik, forum, rating and review, social bookmarks, dan komunitas online (Sweeney & Craig, 2011). Di sisi lain, social media merupakan bagian  penting  dari  komunikasi  seperti  penyediaan  informasi  dan  keterlibatan dalam suatu diskusi tertentu. Kini   di   era   Web   2.0   marketing,   dunia   bisnis   dapat   lebih   mudah menjangkau pelanggan. Social media telah menjadi sarana efektif bagi perusahaan dalam  membangun  komunikasi  dengan  pelanggan.  Ini karena  kecepatan  social media  yang  hampir  tidak  tertandingi  karena  siapapun  bisa  terhubung  seketika dengan pelanggan. Berbeda dengan media  tradisional yang sifatnya one-way communication (koran,  televisi,  radio)  dalam  menyajikan  informasi,  berita  dan hiburan;  social media memungkinkan setiap orang untuk menjadi produsen konten, dan mengirimnya melalui komunikasi interaktif (two-way communication).
Bukan rahasia lagi bahwa social media yang bersifat global, terbuka, transparan, non-hirarkis, interaktif, dan real time – dapat mengubah perilaku konsumen (Harvard Business Review, 2010). Kehadiran social media mampu menggerakkan konsumen untuk terlibat lebih jauh dengan merek. Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan strategi yang komprehensif di area ini untuk mendukung tujuannya. Kecepatan  social  media  dalam  menghubungkan  dan  menjangkau konsumen menjadi nilai plus bagi perusahaan untuk mencapai dan mendapatkan konsumen yang sesuai dengan target pasar pemilik merek Perusahaan  harus  dapat  memanfaatkan  fenomena  social  media  karena dengan   perkembangan   social   media,   terjadi   perubahan   tren   pada   perilaku konsumen. Mereka mulai beralih dari hanya membaca dan menerima informasi satu arah berupa iklan di media cetak atau media elektronik dan mulai membicarakannya dua arah dengan konsumen lain melalui social media.

Hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah mendengarkan dan menganalisa  apa yang konsumen  utarakan  mengenai  merek  mereka  dan menciptakan suatu interaksi atau engagement” yang sesuai dengan keinginan konsumen untuk menciptakan strategi pemasaran yang berhasil dan image yang positif untuk perusahaan. Bagi Toyota sendiri, social media telah menjadi  komunikasi  pemasaran baru  yang  fenomenal  bagi  para  pemasar  dan  pemilik  merek.  Sebaran konsumennya   yang   luas,   konsep   medianya   yang   luwes   -   memungkinkan konsumen membentuk komunitas dengan minat yang sangat khusus - serta karakternya   yang   terbuka   dalam   menjalin   kedekatan   dan   interaksi   dengan konsumen, dan calon konsumen, membuat social media cepat populer dan mudah digunakan target pasar. (www.toyota.co.id, 2010) Toyota menggarap dunia maya sebagai salah satu marketing tools dengan memanfaatkan  social media untuk memberikan informasi terkait dengan produk dan layanan kepada pelanggannya. Selain itu, untuk tetap terhubung dan menjaga loyalitas dari para pelanggan pengguna kendaraan Toyota.
 BAB V
KESIMPULAN
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokonya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu. Pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentranfer nilai-nilai antara mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfalisitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluakan kepada pelanggan atau kliennya. Seorang komunikator harus memiloh saluran komunikasi yang efisien untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terdiri atas 2 jenis yakni : saluran komunikasi personal dan komunikasi nonpersonal. Luasnya pemilihan atas alat komunikasi pesan tersebut, dan audiens yang sangat beragam seperti mengharuskan beralih ke komunikasi pemasaran terpadu (IMC-Integreated Marketing Communication).
Daftar pustaka



http: //ok-ok-lah-automotiveworld.blogspot.com/2008/11/toyota-bina-komunikasi-dengan-pelanggan.html.
Kotler.Philip.2002.Manajemen Pemasaran jilid 2.Jakarta.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar