BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Komunikasi pemasaran
adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya
pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur
pokoknya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana pemikiran
dan pemahaman disampaikan antar individu, atau antar organisasi dengan
individu.
Proses
komunikasi, terdapat suatu pandangan baru yang memandang komunikasi sebagai
dialog interaktif antara perusahaan dan pelanggannya yang berlangsung selama
tahap prapenjualan, penjuala, konsumsi dan pascakonsumsi. Perusahaan harus
menanyakan tidak hanya “Bagaimana kita dapa mencapai pelanggan?” melainkan juga
“Bagaimana pelanggan bisa mencapai kita?”.
Mengidentifikasi
audiens sasaran, merupakan suatu proses
identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasaran.
Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan,
pemakai saat ini, penentu keputusan, atau pihak yang mempengaruhi keputusan.
Menentukan komunikasi pemasaran,setelah pasar sasaran dan persepsinya
didentifikasi, komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan
dari audiens. Pemasar mungkin menginginkan tanggapan kognitif
(cognitif), pengaruh (affective), atau perilaku
(behaviour). Artinya, pemasar mungkin ingin memasukan sesuatu ke dalam
pikiran konsumen, mengubah sikap konsumen, atau mendorong konsumen untuk
bertindak. Merancang pesan menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens,
komunikator selanjutnya mengembangkanpesan yang efektif.
Memilih
saluran komunikasi, pada Komunikator harus memilih saluran komunikasi yang
efisien untuk menyampaikan pesan. Dalam berbagai kasus, diperlukan banyak
saluran komuniaksi yanag berbeda. Pad saluran komuniaksi ini dapat dibedakan
menjadi dua yakni saluran komunikasi personal dan saluran komuniaksi
nonpersonal.
BAB
II
PERMASALAHAN
1.
Apakah yang dimaksud dengan
komunikasi?
2.
Bagaimanakah proses komunikasi itu?
3.
Bagaimana mengembangkan komunikasi
yang efektif ?
4.
Apa yang dimaksud dengan
mengidentifikasi audiens,menentukan tujuan komunikasi,merancang pesan dan
memilih saluran komunikasi?
5.
Apakah itu mengelola komunikasi
pemasaran terpadu?
BAB III
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua unsur pokoknya yaitu : Komunikasi dan Pemasaran. Pengertian dari komunikasi sendiri adalah proses dimana pemikiran dan pemahaman yang disampaikan antar individu atau antar organisasi dengan individu. Sedangkan pemasaran adalah sekumpulan kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai atau pertukaran antara mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran mereka yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluaskan kepada pelanggan atau kliennya. Komunikasi pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk pasar. Terdapat lima jenis promosi yang bisa disebut bauran promosi atau bauran pemasaran seperti yang dijelaskan diatas, penjualan tatap muka, humas, promosi penjualan, publisitas dan publisitas serta perusahaan langsung. Komunikasi pemasaran juga secara berhati-hati dan penuh perhitungan dalam menyusun rencana komunikasi perusahaan. Penentuan siapa saja yang menjadi sasaran komunikasi nakan sangat menentukan keberhasilan komunikasi, dengan penentuan sasaran yang tepat. Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh dengan proses komunikasi dengan proses komunikasi dalam ilmu komunikasi. Model komunikasi pemasaran meliputi sender atau disebut juga source.
2. PROSES KOMUNIKASI PESAN
Dalam proses komunikasi terdapat suatu pandangan baru yang memandang komunikasi sebagai dialog interaktif antara perusahaan dan pelangganya yang berlangsung selama tahap prapenjualan, penjualan, komuniaksi dan pascakomunikasi. Perusahaan harus menanyakan tidak hanya "bagaimana kita dapat mencapai pelanggan?". Tetapi berkat adanya terobosan tekonologi, orang-orang sekarang dapat berkomunikasi melalui media tradisional atau surat kabar, radio, telepon, dan televisi. Dengan menurunnya baiaya komunikasi teknologi baru tersebut telah mendorong lebih banyak perusahaan bergerak dan komunikasi massa ke komunikasi yang lebih ditargetkan dan dialog satu sama lain. Tetapi komunikasi perusahaan lebih dari sekedar platform komuniaksi khusus yang terdaftar. Seperti gaya dan harga produk, bentuk dna warna kemasan, cara dan pakaian wiraniaga, dekorasi tempat, perlengkapan kantor perusahaan semuanya menhkomunikasikan banyak hal kepada pembeli. Setiap kontak merek memberikan kesan dan itu dapatmenguatkan atau melemahkan pandangan pelanggan tentang perusahaan, keseluruhan bauran pemasaran harus dipadukan supaya dapat memberikan pesan yang konsisten dan penentapan posisi yang strategis.Terdapat elemen-elemen pesan yang dapat efektif pengkodean dari pengirim harus berhubungan dengan proses penguraian kode oleh penerima. Artinya, pesan yang terbaik adalah pesan yang disampaikan dengan tanda-tanda yang dikenali oleh penerima. Apabila pengirim memiliki pengalaman dengan penerima pesan, maka komunikasi yang dilakukan akan lebih efektif. Tugas pengeirim adalah mengupayakan agar pesannya sampai kepada penerima. Pendengar sasaran mungkin tidak menerima pesan yang dimaksudkan, karena terdapat 3 alasan yakni :
1. Perhatian selektif (selective attention) : seorang komunikator harus merancang pesan yang dapat menarik perhatian walaupun dikelilingi banyak gangguan. Perhatian selekfif menjelaskan mengapa ikaln dengan judul tercetak tebal yang menjanjikan sesuatu, seperti "bagaimana menjadi jutawan?" memiliki kemungkinan besar untuk menarik perhatian.
2. Penyimpangan selektif (selective disortion) : penerima akan mendengar apa yang sesuai dengan sistem keyakinan mereka. Akibatnya adalah penerima sering menambahkan hal yang tidak terdapat pada pesan itu atau levelling. Tugas komunikator adalah berusaha merancang pesan yang sederhana, jelas, menarik dan berulang-ulang agar inti pesan tersebut dapat diterima oleh penerima.
3. Ingatan selektif (selective recall) : orang hanya akan menyampaikan sebagian kecil dari pesan yang diterimanya dalam ingatan jangka panjang. Jika setiap awal penerima terhadap obyek itu posotif dan penerima tersebut mengulang-ulang argumen pendukungnya, pesan itu kemungkinan besar akan diterima dan selalu diingat.
3. MENGIDENTIFIKASI AUDIENS SASARAN
Proses identifikasi harus dimulai dengan pikiran yang jelas tentang audiens sasaran. Audiens tersebut dapat diartikan sebagai calon pembeli produk perusahaan, pemakai saat ini, penentu keputusan atau pihak yang mempengaruhi keputusan. Audiens itu dapat terdiri dari individu, kelompok, masyarakat tertentu atau masyarajat umum. Audiens yang dituju tersebut akan sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa yang akan dikatakan, bagaimana mengatakannya, kapan menatakannya, dimana pesan tersebut akan disampaikan dan kepada siapa pesan tersebut akan disampaikan. Konsumen yanga akan membeli produk yang mahal cenderung akan mengumpulkan informasi dan memperkirakan manfaatnya.
-Daya tarik emosional,yakni mencoba membangkitkan emosi positif ataui negatif yang akan memotivasi pembelian. Pemasar mencari usulan pemasar emosional, produk itu mungkin sama dengan produk pesaing akan tetapi memiliki asosiasi unik yang dapat dipromosikan.
-Daya tarik moral, diarahkan pada perasaan audiens tentang apa yang benar dan tepat. Daya tarik moral sering digunakan untuk mendorong orang yang mendukung masalah-masalah sosial.
-Analisis citra, sebagian besar analisis atau audiens memelukan penilaian citra pelanggan saat ini tentang perusahaan, produknya, dan pesaingnya. Citra adalah seperangkat keyakinan, ide, dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu obyek.
4. MENENTUKAN KOMUNIKASI PEMASARAN
Setelah pasar sasar dan persepsinya diidentifikasi,komunikator pemasaran harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audiens. Pemasar mungkin menginginkan tanggapan kogniftif (cognitif),pengaruh (affective atau perilaku (behaviour). Artinya pemasar mungkin ingin memasukan sesuatu ke dalam perilaku konsumen, mengubah sikap konsumen atau mendorong konsumen untuk bertindak.
5. MERANCANG PESAN
Setelah menentukan tanggapan yang diinginkan dari audiens, komunikator selanjutnya mengembangkan pesan yang efektif. Idealnya pesan itu harus menarik perhatian (attention), mempertahankan ketertarikan (interest), mengembangkan keinginan (desire) dan menggerakan tindakan (action). Dalam prakteknya hanya sedikit pesan yang mampu membawa konsumen melakukan semua tahap kesadaran sampai tahap pembelian, tetapi keranka kerja AIDA tersebut mengstruktur pesan). Memformulasikan pesan memrlukan pemacahan atas empat masalah :
a. Isi Pesan
Dalam menentukan isi pesn yang terbaik. Manajemen mencari daya tarik, tema, ide atau usulan penjualan yang unik. Ada tiga jenis daya tarik : rasinal, emosional, dan moral.
b. Struktur Pesan
Efektivitas pesa
tergantung pada struktur dan isi pesan. Penelitian Hovland di
Universitas Yale melihat bahwa isi pesan dan hubungan kesimpulan,
argumen sepihak versus argumen dua pihak, serta urutan penyajian.
c. Format Pesan
Komunikator harus mengembangkan format pesan yang kuat. Dengan iklan
tercetak, komunikator harus memutuskan judul, kata-kata dan warna. Jika
pesan disampaikan melalui radio, maka komunikator harus dengan teliti
memilih kata, mutu, suara, dan vokalisasi "suara" orang ya g
mempromosikan sebuah produk yang berbeda dengan cara mengiklankan produk
tersebut. Jika pesan sudah disampaikan melalui televisi atau langsung
secara pribadi, maka semua unsur tadi serta isyarat nonverbal harus
direncanakan terlebih dahulu.
d. Sumber pesan
Pesan yang disampaikan oleh sumber yang menarik atau terkenal akan lebih menarik perhatian dan mudah diingat. Itulah sebabnya mengapa pengiklanan sering menggunakan orang-orang terkenal sebagai juru bicara. Pengguna orang-orang terkenal akan efektif jika mereka dapat melambangkan atribut produk yang utama. Tetapi yang sama pentingnya adalah kredibilitas model iklan tersebut. Pesan yang disampaikan oleh sumber yang terpercaya akan lebih persuatif. Faktor-faktor apa yang melandasi kredibilitas sumber? Tiga faktor yang paling sering diidentifikasi adalah keahlian, kelayakan untuk dipercayakan dan kemampuan untuk disukai.
6. MEMILIH SALURAN KOMUNIKASI
Komunkator harus memmilih saluran komunikasi yang efisien untuk menyampaikan pessan. Dalam berbagai kasus diperlukan banyak saluran komunikasi yang berbeda. Kegiatan itu mencangkup pemasangan iklan dijurnal-jurnal, mengirim surat langsung, memberikan sampel gratis dan bahkan melakukan pemasaran jarak jauh. Saluran komunikasi terdiri atas dua jenis :
1. Saluran Komunikasi Personal
Saluran komunikasi personal melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Mereka dapat berkomunikasi dengan cara tatap muka, satu orang berbiacara dengan audiens, melalui telepon, atau melalui email. Saluran komunikasi personal memperoleh efektivitasnya melalui peluang untuk mengidenbidualkan penyajian dan umpan balik. Perbedaan lebih lanjut dapat dilihat antara saluran-saluran komunikasi pendukung atau advokat, pakar dan sosial.
2. Saluran Komunikasi Nonpersonal
Saluran komunikasi nonpersonal mencangkup media,atsmosfer, dan acara-acara khusus. Media terdiri atas media ceta atau koran ,majalah, surat langsung. Atmosfer adalah "lingkungan yang dikemas" yanag menciptakan atas memperkuat kecenderungan pembeli untuk membeli produk. Walaupun komunikasi personal lebih efektif daripada komunikasi masal, media masa mungkin mempengaruhi cara utama untuk mendorong komunikasi personal. Komunikasi masal mempengaruhi sikap dan perilaku personal melalui proses arus komunikasi dua-arah. Ide-ide sering mengallir dari radio, televisi, dan media cetak kepada para pemimpin opini dan kemudian kepada kelompok masyarakat yang kurang aktif. Arus komunkasi dua arah itu memiliki beberapa implikasi pertama, pengaruh media masa terhadap opini publik tersebut tidak selangsung, sekuat dan seoptimis yang diperkirakan. Kedua, arus komunikasi dua arah menentang pendapat bahwa gaya komunikasi orang-orang terutama dipengaruhi oleh "efek menetes air mata ke bawah "(trickle down effect) atau menetes ke atas (trickle up) yang diciptakan oleh media masa. Ketiga komunikasi dua arah berarti bahwa komunikator masal harus mengarahkan pesannya secara khusus kepada para pemimpin opini dan membiarkan mereka menyampaikan pesan tersebut kepada orang-orang lain.
KASUS
Toyota Bina
Komunikasi Dengan Pelanggan
Sebagai salah satu wujud komitmennya dalam hal
kepuasan pelanggan, Toyota selalu peduli akan kehadiran komunitas pelanggan
Toyota dan selalu memberi dukungan pada berbagai kegiatan mereka. Tak berhenti
di situ, Toyota juga berinisiatif mengadakan ajang ramah tamah antar komunitas
untuk mengoptimalkan adanya komunikasi horisontal antar pelanggan, seperti
kegiatan Halal Bihalal yang digelar Oktober lalu. Kali ini, demi lebih
mempererat hubungan Toyota-komunitas dan antar komunitas, Toyota bersama 6
komunitas pelanggan bergabung dalam kegiatan 2 hari 1 malam bertajuk Toyota
Community Gathering bertempat di Camp Hulu Cai – Ciawi, 8-9 November 2008.
Toyota Community Gathering diadakan pertama kali tahun ini, diikuti oleh lebih
dari 125 orang dari 6 klub komunitas Toyota, yaitu Avanza Xenia Club (AXIC),
Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI), Toyota Yaris Club Indonesia (TYCI), Toyota
Vios Club Indonesia (TVCI), Innova Community (IC) dan Soluna. Lebih dari 60
mobil Toyota terlibat dalam kegiatan ini. “Toyota menyadari betul, saat ini
yang dibutuhkan pelanggan tidak sekedar pelayanan dan produk berkualitas.
Pelanggan juga menginginkan komunikasi 2 arah dengan pihak produsen, serta
antara pelanggan itu sendiri. Kami bermaksud mengakomodir kebutuhan itu melalui
Community Gathering,” papar Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny
Darmawan. “Kami bersyukur, upaya Toyota merangkul komunitas pelanggan juga
telah mendapatkan pengakuan dari media, salah satunya dalam bentuk penghargaan
ATPM Care for Community dari majalah Autobild Indonesia.”Sebelum memulai
perjalanan menuju Ciawi, peserta berkumpul di New Parts Center Toyota di
Cibitung yang baru diresmikan pertengahan tahun ini. Di lokasi ini Toyota
memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dari dekat fasilitas dan
sistem baru yang dimiliki Toyota dalam hal penyediaan suku cadang kendaraan,
yang pada akhirnya ditujukan bagi kepuasan pelanggan. Sedangkan di Camp Hulu
Cai, akan diadakan sharing session serta aneka games outbound.“Yang membedakan
dengan ajang ramah tamah sebelumnya
adalah adanya presentasi dan sharing session antar klub pada Sabtu malam dalam
suasana api unggun yang akrab. Melalui kegiatan tersebut, komunitas Toyota
dapat saling melakukan benchmark untuk peningkatan kualitas masing-masing klub.
Dengan mengikuti permainan outbound mereka dapat mempererat kerja sama tim,” tambah
Johnny Darmawan. “Pada intinya, Toyota Community Gathering ini adalah kegiatan
dari dan untuk komunitas Toyota. Kami hanya sebagai fasilitator saja,”
tutupnya.Toyota berharap kegiatan ini dapat mendukung semakin berkembangnya
hubungan baik antar komunitas Toyota, serta memberikan inspirasi kepada pelaku
bisnis dan pemasar lainnya, akan pentingnya memperhatian kebutuhan komunikasi
horisontal antar pelanggan.
BAB
IV
BEDAH
KASUS
Proses Komunikasi
Komunikasi
merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :
Pengirim pesan,penerima pesan dan
pesan
Toyota
melakukan proses komunikasi dengan konsumen melalui penyelenggaraan even – even
komunitas pelanggan Toyota agar lebih mempererat hubungan antara pelanggan
dengan Toyota sekaligus digunakan untuk melakukan kegiatan pemasaran perusahaan. Dalam melakukan kegiatan pemasaran
suatu perusahaan memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan
jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Dalam jangka pendek biasanya untuk
merebut hati konsumen terutama untuk produk yang baru diluncurkan. Sedangkan dalam
jangka panjang dilakukan untuk mempertahankan produk-produk yang sudah ada agar
tetap eksis. Promosi sangat diperlukan oleh setiap perusahaan
karena tingkat persaingan yang tajam antar perusahaan dalam berbagai industri,
jumlah konsumen potensial yang semakin meningkat dan digunakan untuk
mempertahankan penjualan di masa resesi. Promosi bertujuan untuk memodifikasi
tingkah laku, memberitahu, membujuk dan mengingatkan. Umumnya promosi yang
diterapkan meliputi periklanan, penjualan perorangan, promosi dan penjualan
publisitas. Disini peran Toyota dalam melakukan komunikasi dengan pelanggan
sangatlah penting karena merupakan kunci keberhasilan pemasaran Toyota dimasa
mendatang. Kepedulian Toyota terhadap pelanggan Toyota sangat besar yaitu
dengan selalu memberikan dukungan pada berbagai aktifitas mereka. Adanya persaingan di
industri otomotif yang semakin kompetitif, memicu para pemain-pemain di industri otomotif untuk berbenah diri dalam meningkatkan kualitas produk dan layanannya. Menjadi pemimpin pasar otomotif dan
melihat kompetisi yang intens tentunya memberikan
tantangan
yang besar. Tak
hanya sekadar mengedepankan market
share dan unit penjualan, namun perusahaan juga dituntut untuk memperhatikan
kepuasan menyeluruh dalam produk dan layanan serta menjaga hubungan dengan pelanggan.
Di
tengah
persaingan
yang
semakin
ketat
tersebut,
Toyota melakukan inisiatif
yang
belum
pernah
dilakukan perusahaan sejenis, khususnya yang bergerak
di bidang otomotif (Virtual
Consulting, 2008). Toyota memanfaatkan social media sebagai bagian dari Integrated Marketing Communications (IMC) perusahaan.IMC merupakan proses lintas-fungsional
untuk perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan brand communications yang dirancang untuk memperoleh,
mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan (Strauss & Frost, 2009) Pentingnya IMC dalam suatu organisasi yaitu dapat berkomunikasi
dengan target pasar mereka. IMC berusaha untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan berbagai unsur publisitas, bauran-promosi,
personal
selling, hubungan masyarakat, iklan,
promosi,
pemasaran langsung
dan penjualan: untuk
menghasilkan pesan yang terpadu yang berorientasi pelanggan
dan oleh karena itu mencapai beberapa
tujuan organisasi. (Boone & Kurtz, 2009)
Sedangkan
social
media adalah suatu jenis teknologi dimana media tersebut dirancang untuk mudah berbagi.
Social media merupakan istilah
umum yang mencakup teknologi seperti
blog, berbagi foto, berbagi video, wiki, podcast, mikro-blogging, berbagi musik, forum, rating and review,
social bookmarks, dan komunitas online (Sweeney
& Craig, 2011). Di sisi lain, social media
merupakan bagian penting dari
komunikasi seperti
penyediaan
informasi dan
keterlibatan dalam suatu diskusi tertentu.
Kini di
era Web 2.0
marketing,
dunia bisnis dapat
lebih
mudah menjangkau pelanggan.
Social media telah menjadi sarana efektif bagi perusahaan
dalam membangun komunikasi
dengan pelanggan.
Ini karena kecepatan social media yang hampir tidak
tertandingi karena siapapun bisa terhubung seketika
dengan pelanggan. Berbeda dengan media tradisional yang sifatnya one-way communication (koran, televisi, radio) dalam menyajikan
informasi, berita dan hiburan; social
media memungkinkan setiap orang untuk menjadi produsen konten, dan mengirimnya melalui komunikasi interaktif (two-way communication).
Bukan rahasia lagi bahwa social
media yang bersifat global,
terbuka,
transparan, non-hirarkis, interaktif, dan real time –
dapat mengubah perilaku konsumen (Harvard
Business Review, 2010). Kehadiran
social media mampu menggerakkan konsumen untuk terlibat lebih jauh dengan merek. Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan strategi yang komprehensif di area
ini untuk mendukung
tujuannya. Kecepatan
social
media
dalam
menghubungkan dan
menjangkau konsumen menjadi nilai plus bagi
perusahaan untuk mencapai dan
mendapatkan
konsumen yang sesuai dengan target pasar pemilik merek Perusahaan harus dapat
memanfaatkan fenomena
social
media
karena dengan perkembangan social media, terjadi perubahan tren
pada perilaku konsumen. Mereka mulai beralih
dari hanya membaca dan menerima informasi
satu arah berupa iklan di
media cetak atau media elektronik dan mulai membicarakannya dua arah dengan konsumen lain melalui social media.
Hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah mendengarkan dan menganalisa apa yang konsumen utarakan
mengenai
merek mereka
dan menciptakan
suatu interaksi atau “engagement” yang sesuai dengan keinginan
konsumen untuk menciptakan
strategi pemasaran yang berhasil dan image yang
positif untuk perusahaan.
Bagi Toyota sendiri, social media telah menjadi
komunikasi pemasaran
baru yang
fenomenal bagi para pemasar
dan pemilik merek. Sebaran
konsumennya yang luas,
konsep
medianya yang
luwes
-
memungkinkan konsumen membentuk komunitas dengan minat yang sangat khusus -
serta karakternya yang terbuka dalam
menjalin kedekatan
dan
interaksi dengan konsumen, dan calon konsumen, membuat social media cepat populer
dan mudah digunakan target pasar. (www.toyota.co.id, 2010) Toyota menggarap
dunia maya sebagai salah satu marketing tools dengan memanfaatkan
social media untuk memberikan informasi terkait
dengan produk dan layanan kepada
pelanggannya. Selain itu, untuk tetap terhubung dan menjaga loyalitas dari para pelanggan pengguna kendaraan Toyota.
BAB
V
KESIMPULAN
Komunikasi
pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta penentu
suksesnya pemasaran. Komunikasi pemasaran dapat dipahami dengan menguraikan dua
unsur pokonya yaitu komunikasi dan pemasaran, komunikasi adalah proses dimana
pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu. Pemasaran adalah sekumpulan
kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentranfer nilai-nilai antara
mereka dengan pelanggannya. Sedangkan komunikasi pemasaran mempresentasikan
gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran merek yang memfalisitasi terjadinya
pertukaran dengan menciptakan suatu arti yang disebarluakan kepada pelanggan
atau kliennya. Seorang komunikator harus memiloh saluran komunikasi yang
efisien untuk menyampaikan pesan. Saluran komunikasi terdiri atas 2 jenis yakni
: saluran komunikasi personal dan komunikasi nonpersonal. Luasnya pemilihan
atas alat komunikasi pesan tersebut, dan audiens yang sangat beragam seperti
mengharuskan beralih ke komunikasi pemasaran terpadu (IMC-Integreated
Marketing Communication).
Daftar pustaka
http: //ok-ok-lah-automotiveworld.blogspot.com/2008/11/toyota-bina-komunikasi-dengan-pelanggan.html.
Kotler.Philip.2002.Manajemen Pemasaran jilid 2.Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar